Dua Teman Saya Pergi. Hanya Berganti Satu
written on : August 12, 2008 – 1:52 amby : Mus_
Kemarin saya bertemu dengan seseorang. 3 tahun lebih saya dan dia tidak bertemu. (istilahnya, saya kangen sama dia). Dan kemarin itu saya bertemu dengan dia, cerita-cerita. Ternyata saya masih sangat akrab dengan dia. Sejak jam 12 siang sampai jam 8 malam saya habiskan waktu berdua, bercerita-cerita. Mulai dari Mall hingga berakhir di kamar kostnya. (oupss….)
Yah, di kamar kostnya cuma lanjutkan cerita-cerita saja. Makan mie sama kerupuk, lalu lanjut cerita-cerita lagi, tentang dia selama ini, juga tentang dia sejak dulu sekali, sejak sebelum saya bertemu dengan dia.
Dari semua ceritanya saya seperti tidak mengenalnya. Dia berbeda. Sangat berbeda dari dia yang dulu saya kenal. Teman lama saya sudah tidak ada. Dia berbeda.
“saya berubah, ya?” tanyanya ke saya.
“hmm… mungkin” jawabku.
“mungkin bukan berubah. Melainkan kau yang belum mengenalku sebelumnya sampai sejauh ini”, katanya lagi.
Ya, mungkin saja yang dia bilang itu benar. Yang jelas, temanku yang dulu itu sudah tidak ada lagi sekarang. Dia teman baruku, teman yang berbeda.
Nah, waktu di kamar kostnya itu saya mendapat telepon dari kakak saya. Saya dapat kabar tentang mama saya yang sedih dan khawatir karena mendengar saya kecelakaan. Juga saya berbicara dengan Adan, keponakan saya yang baru berusia 4 tahun.
“Adan sudah sekolah?”
“Belum, paman”
“Kelas berapa?”
“Belum sekolah, paman. Tapi sudah bisa membaca”
“Oh ya? Coba membaca..”
“Bisaa.. tapi masih salah-salah”.
“Kalau mengaji sudah bisa belum?”
“Bisa!”
“Oh ya? Sudah iqra’ berapa?”
“Sudah iqra’ 4, paman”.
“Waaah, hebat. Coba Adan ngaji dong. Paman mau dengar”
“A, Ba, Ta, Sa, Ja, Kha’, Kho, Da, Ro”
“Dza”
“Dza, Ro, ..”
“waahh.. hebat…”
“Bisa juga menghitung satu sampe sejuta”.
“Oh ya? Waahh.. coba dong menghitung”
“satuu.. duaa.. tigaaa.. empaat.. limaaa.. enaaam….. (cut) sepuluuuh.. sebelaas.. dua belaas… (cut) sembilan puluh sembilaaan.. seratuuuss.. seratus satu… seratus duaa.. (cut) seratus tiga puluh tigaa.. seratus tiga puluh empaat… (cut) seratus empat puluuuh… seratus empat puluh satu… ”
“Sudah adaan.. sudaah… tarek napas duluu..”
(di belakang saya dengar mamanya ketawa-ketawa)
saya ndak nyangka, ponakan saya itu sudah bisa menghitung sampai ratusan tanpa salah-salah. :)) Jadi kangen pulang ke rumah.
Masih di telepon itu, kakak saya bicara lagi ke saya.
“Kamu sudah dengar kalau Yuli meninggal?”
“Hah?? (innalillahi wa inna ilaihi rojiuun) kapan?”
“sudah beberapa hari. kecelakaan di Kilo. Meninggal di tempat. Pas hari ulang tahunnya, lagi.”
Hhh… saya hanya bisa menarik nafas panjang. Yuli itu teman saya sejak kecil. Sebenarnya dia teman almarhumah Adik saya, tapi cukup akrab dengan saya dan keluarga saya. Ya, mungkin karena sejak saya belum lahir keluarga kami sudah sangat dekat dan akrab. Jadi, mendengar berita ini saya sangat terkejut.
Mama saya kabarnya sempat pingsan mendengar kabar itu.
Saya tidak dapat mengucapkan doa apa-apa. Apa yang telah ia lakukan selama di dunia sudah terhitung semua, dan ia tinggal menerima baik dan buruk dari apa yang dilakukannya itu.
Saya hanya berharap kepergiannya membawa hikmah kesabaran bagi mereka yang ditinggalkan.
Tak ada lagi Yuli, si gadis tomboy yang biasa saya ganggu kalau pulang nanti. Tidak ada lagi Yuli yang sering malu-malu ketika dulu ia baru mengenal pacaran.
Ah, aku akan merindukan semua tentangnya. Dan aku belum sempat belajar karate darinya. ![]()
posted under category around me, community
tags: kabar di balikpapan
7 comments to “Dua Teman Saya Pergi. Hanya Berganti Satu”
-
Edi Psw Says:
August 12th, 2008 at 9:52 amTurut merasa berbelasungkawa dengan meninggalnya Yuli. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
-
yani Says:
August 12th, 2008 at 10:35 amWah…Yuli yang mahasiswi poltekba itu?
Aku denger beritanya dari temenku yang juga dosennya..
-Turut berduka cita- -
Mus_ Says:
August 13th, 2008 at 3:32 amIya, anak poltek balikpapan.
(masih sedih)

-
n t a n Says:
August 13th, 2008 at 12:56 pmtragis juga yah
meninggal di hari ulang tahun
doakan saja, Yuli mendapat yang terbaik disana, amin. -
n t a n Says:
August 13th, 2008 at 1:30 pmtragis juga yah

doakan saja, semoga Yuli mendapat yang terbaik disana, amin. -
ndop Says:
August 14th, 2008 at 11:51 pmMas mus, mendoakan orang yg sudah meninggal itu ndak papa, justru bagus lo.. mari kita berdoa bersama-sama supaya mbak yuli dosanya diampuni dan amalnya diterima di sisi Alloh swt. alfatihah…
-
mon Says:
September 5th, 2008 at 9:51 pmwah turut berduka cita





