Saya baru saja bicara via telepon dengan teman lama saya, teman sejak kecil, dan tetanggaan sejak jaman dulu kala. Dia menyebut saya Moez (baca: mo’es), dan saya panggil dia nce’ (baca: en-ce’). Lama sekali saya ndak bicara, dan ndak ketemu dengan dia. Setelah bicara tadi, saya baru sadar kalau saya rindu dengan dia. Hahaha..
Seru-serunya suaranya masih sama (tapi ternyata dia lupa suara saya, dan baru sadar kalau saya yg menelepon setelah saya memanggilnya berkali-kali:”nce’, nce’, nce’”), logat Balikpapannya masih kental (dengan “Aku” dan “Kamu” atau “iya, ay”, atau “ndak tau, pang”). Ah, apa kabar dia (lupa tanya tadi)?
Ternyata dia baru saja kembali dari Balikpapan, dan bercerita cukup banyak tentang mama saya. (Oh, I miss my mom, my home, coppeng tree, kecapi tree in the garden, my bicycle, my nephews, my sisters, … and my dad).
Lalu seperti biasa, ketika saya rindu rumah, saya jalankan aplikasi Google Earth, lalu melihat-lihat foto rumah saya di sana. Maklum, di Makassar ini saya ndak punya banyak koleksi foto tentang rumah saya yang ada di Balikpapan.
Rumah saya ada di kompleks Korpri, 5 menit jalan kaki dari SMU Negeri 5 Balikpapan. Sekitar 10 menit naik mobil dari Bandara Sepinggan.
Letak rumah saya agak di bukit, dengan beberapa sisa lahannya di bagian belakang rumah dijadikan kebun. Di kebun itu ada banyak pohon rambutan, pohon jambu, pohon mangga (buahnya manis), dan pohon coppeng (juwet–bahasa jawa), juga pohon kecapi. Oh iya, ada juga pohon nangka, pohon pisang, dan beberapa sisa lahan ditanami singkong. Ah, saya teringat lagu “lihat kebunku, penuh dengan bunga buah”.
Apa tadi saya bilang kalau rumah saya letaknya agak di bukit? Ah, iya. Saya bilang itu. Kamar saya letaknya ada di lantai 2. Jendelanya menghadap ke barat, jadi agak panas kalau sudah sore. Tapi saya bisa melihat seluruh perumahan Korpri dari jendela itu. Saya juga bisa memperhatikan aktifitas di ex.sekolah saya. (saya berencana membeli binocular, supaya saya bisa men-zoom aktifitas di sekolah itu. Itung-itung cuci mata bersihkan mata yg belekan). Dan kalau kita ke kebun di belakang rumah (apalagi kalau naik pohon kecapi), kita bisa benar-benar melihat seisi kota. Dan di malam hari kita bisa lihat lampu-lampunya yang seperti kumpulan kunang-kunang. Ah, indahnya.
Ah, sudah dulu. Sudah jam 2.25, dan masih banyak kerjaan.
Salam,
| 2.5 |


11 comments ↓
*teriak Pertamaxxxxxxxxxxx
mmmmm baru tau klo tinggal di balikpapan. ada teman pulag bareng nanti horreeeeee tapi rmah di samarinda nih bang mus
sip dahhhhh
Ah..indahnya kalau Mus_ pulang kampung ke balikpapan sambil membawa selembar ijazah yang mengesahkan bahwa Mus_ adalah seorang arsitek..
**kompor2i supaya Mus_ cepat selesaikan kuliahnya…hehehe
klo rmh biru??
spesifikasix gmn??
hehehehe:D
kalo dah pinter mau membangun tanah tumpah kelahiran ndak …hehehe:)
huwenake omahe.. aku yo nek wis nduwe duit nggawe omah nang pucuk gunung saja..
Hai Young Man! Bagus sekali ya..
Im Proud of you anstead of your house. You have got gtreat created and work right now!
Keep Going Young Man!
best regard
mon
hahaa…
dasar sibolang!
pengen kesana juga

*nunggu diajak*
bella na rumamu mus.. sy pikir bsa ji speda2 sore orang hehe
Kapan mudik neh?
Kopdar-kopdar!
:))
orang balikpapan toh…??? wah, ngga nyangka euy..!!!
*emang kenapa??? T@&!#^&#
Leave a Comment